Sunday, July 7, 2013

Pertahankan Karyawan dengan Training

Training merupakan salah satu langkah yang dipandang memiliki efek sustainable untuk mempertahankan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut David Knowles dalam seminar Leadership Crestcom, 2 dari 5 perusahaan memilih training (pelatihan) sebagai upaya nyata untuk perbaikan kinerja karyawannya.
Hal pertama yang dibenarkan David adalah terkadang perusahaan tidak bisa mendapatkan talent yang 100% bagus. Untuk itu pelatihan merupakan investasi yang efektif dilakukan di awal setelah perekrutan.
Berikut ini 5 cara untuk meningkatkan kinerja karyawan yang kami kutip dari seminar tersebut:

1. Berinvestasilah pada Training
Anda pasti mengakui bahwa perusahaan pasti akan mempertahankan top talent-nya sebaik mungkin. Upaya itu bisa dilakukan dengan menjalankan program training untuk mereka. Investasikan uang perusahaan untuk pengembangan karyawan, dijamin mereka akan menikmati proses tersebut. Semakin peduli Anda dengan training semakin dekat hal itu membawa perusahaan Anda menuju pencapaian yang lebih besar.

2. Mulai Awal dan Tidak Monoton
Selain pelaksanaan training yang sebaiknya dilakukan di awal, menurut salah satu peserta dalam seminar ini, perusahaan mereka juga mengakui bahwa cara-cara training tidak harus bersifat konservatif. Anda bisa meluangkan waktu sekitar 10-15 menit untuk memberikan pelatihan secara berkala kepada karyawan, hal itu disebut short training. Intinya, buatlah pelaksanaan training yang tidak monoton, karena karyawan kini makin kritis dan menyukai hal-hal yang berbeda.

3. Berkesinambungan
Lakukan training secara berkesinambungan, sehingga tujuan pelatihan akan terasa nyata oleh karyawan. Menurut David, kita bisa mengkreasikan bentuk training dengan berbagai macam cara. Seperti training saat makan siang bersama atau meeting di tempat yang menyegarkan karyawan. Singkatnya training membutuhkan proses, bukan jika sudah di-training maka karyawan akan improve dengan sendirinya. Namun kedisiplinan para leader dalam melatih karyawannya secara terbuka juga sangat membantu untuk membuat tujuan training tersebut tercapai.

4. Adaptasikan Training
Ini yang mesti diperhatikan, sesuaikan pelatihan berdasarkan keperluan karyawan. Jangan terjebak dengan program-program yang terkesan ‘super’, namun essensinya tidak pas dengan culture perusahaan Anda. Untuk itu, biasanya sang trainer akan menganalisa terlebih dahulu keadaan perusahaan sebelum melakukan training. Karena belum tentu training A akan cocok dengan perusahaan Anda, di situ pentingnya observasi sebelum pelaksanaan. Selain buang waktu dan biaya, training yang salah sasaran hanya akan membuat perusahaan Anda merugi.

5. Penugasan Cross-functional
Menurut David Knowles, satu masalah yang ada di beberapa perusahaan adalah ‘silo’ mindset, dimana karyawan dalam satu divisi tidak tahu dan tidak peduli apa yang dijalankan oleh divisi lain. Padahal output dari satu divisi menjadi input untuk divisi lain.
Satu solusi yang disebutkan Lisa Ford adalah cross-functional assignment secara short-term (satu atau dua minggu). David mencontohkan jika seorang karyawan yang berasal dari accounting tidak ada salahnya ia masuk ke procurement untuk dua minggu, supaya bisa belajar bagaimana output dari accounting ke pekerjaan procurement.

Dari proses itu, kita akan belajar ‘empathy’ dengan kebutuhan ‘internal customer’, sehingga komunikasi dan koordinasi akan berjalan lebih baik. (*/@nurulmelisa)


Sumber : http://www.portalhr.com/tips/pertahankan-karyawan-dengan-training/

No comments:

Post a Comment

Company Informations

Jakarta Plant : Jl. Sandang No 71 Duren Sawit Jakarta Timur 13470

Telepon : 08557550707 / 087775550707

Email : recruitment.freya@freyaconsulting.org

Facebook : http://www.facebook.com/aurelia.aurelia.528

Prakata

Persaingan dalam dunia usaha yang semakin tajam dari waktu ke waktu menjadi fokus perhatian para pengusaha untuk dapat tetap exist dan mampu bersaing baik di pasar domestik maupun global. Untuk memenangkan persaingan, para pengusaha dituntut untuk meningkatkan daya saing dengan mempertinggi effisiensi, menekan biaya produksi dan meningkatkan kwalitas produk. Selain persaingan harga produk, persaingan masih dilanjutkan pada peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan, agar pelanggan tidak ingin mencari produk lain dari para kompetitor.

Meskipun para pengusaha telah menerapkan pola yang sama dalam meningkatkan daya saing, namun hasilnya belum tentu sama. Perbedaannya terletak pada kemampuan dan keandalan dari segenap karyawan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan motor penggerak untuk menggerakkan semua upaya dalam meningkatkan daya saing di masing-masing perusahaan.

Oleh karena itu diperlukan penanganan khusus untuk rekrutmen karyawan, untuk menangani karyawan di luar core business perusahaan serta untuk penanganan karyawan sementara (temporary workers). FREYA CONSULTING & TALENT AGENCY didirikan untuk menjawab permasalahan diatas dengan mengambil alih sebagian tanggung jawab perusahaan dan resiko yang begitu besar dibidang ketenagakerjaan serta menjadi solusi bagi para pencari kerja untuk mendapatkan kesempatan kerja, sehingga FREYA CONSULTING & TALENT AGENCY sebagai mitra dapat menjembatani kepentingan perusahaan dan para pencari kerja untuk menempatkan tenaga kerja handal dan berkwalitas yang akan meningkatkan daya saing perusahaan.

“Bersama FREYA CONSULTING & TALENT AGENCY kita berkarya dan bersinergi untuk maju bersama dan ikut membantu Pemerintah dalam mengurangi angka pencari kerja yang ada di Indonesia”.


Freya Consulting & Talent Agency.

Owner





Popular Posts