Jasa Consulting & Talent Agency : Informasi Lowongan Pekerjaan dan Pendaftaran untuk teman2 yang sedang membutuhkan pekerjaan dan benar2 berniat untuk bekerja untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. FREYA CONSULTING & TALENT AGENCY berdiri untuk dapat menjembatani kepentingan perusahaan dan para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan tenaga kerja handal dan berkualitas. INGAT KAWAN SUKSES ITU PILIHAN....
Friday, June 28, 2013
Apakah Outsourcing Buruk??? Mari kita telaah bersama..
Thursday, June 27, 2013
Komitmen Kerja
Dalam sebuah perusahaan tentu karyawan dituntut untuk dapat memberikan kinerja terbaik pada perusahaan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Tetapi kompetensi saja tidak cukup agar karyawan dapat memberikan kinerja terbaiknya dalam pekerjaannya.
Selain kompetensi, komitmen kerja bagi karyawan, dosen, guru, pegawai ataupun pekerja juga diperlukan agar mereka memberikan hasil terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Kompetensi tanpa komitmen sama dengan sebuah pistol berpeluru tetapi tidak bisa ditembakkan.
Seseorang yang tidak memiliki komitmen, sebenarnya ia ahli dalam bidangnya (competent) namun ia bekerja dengan setengah hati. Karyawan yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja secara total, mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya, ia mengerjakan apa yang diharapkan oleh perusahaan.
Menurut Spector (2000) dalam Setiawati (2007), secara umum, komitmen kerja melibatkan keterikatan individu terhadap pekerjaannya. Komitmen kerja merupakan sebuah variabel yang mencerminkan derajat hubungan yang dianggap dimiliki oleh individu terhadap pekerjaan tertentu dalam organisasi.
Menurut Hatmoko (2006) dalam Amilin, 2008, Komitmen organisasional adalah loyalitas karyawan terhadap organisasi melalui penerimaan sasaran-sasaran, nilai-nilai organisasi, kesediaan atau kemauan untuk berusaha menjadi bagian dari organisasi, serta keinginan untuk bertahan di dalam organisasi.
Greenberg dan Baron (1993) dalam Setiawati (2007) mengemukakan bahwa komitmen kerja merefleksikan tingkat identifikasi dan keterlibatan individu dalam pekerjaannya dan ketidaksediaannya untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.
Dari beberapa pengertian di atas jelas bahwa komitmen merupakan bagian yang terkait dengan kinerja karyawan dalam hubungannya dengan pekerjaannya. Dalam sebuah komitmen juga memiliki unsur atau komponen yang saling berhubungan. Ketika semua komponen terpenuhi maka semakin besar komitmen karyawan dalam pekerjaannya. Menurut Meyer, Allen & Smith (Setiawati : 2007), komitmen organisasi terdiri dari 3 komponen yaitu:
1. Komitmen kerja afektif (affective occupational commitment) Komitmen sebagai ketertarikan afektif/psikologis karyawan terhadap pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka menginginkannya.
2. Komitmen kerja kontinuans (continuance occupational commitment) Mengarah pada perhitungan untung-rugi dalam diri karyawan sehubungan dengan keinginannya untuk tetap mempertahankan atau meninggalkan pekerjaannya. Artinya, komitmen kerja disini dianggap sebagai persepsi harga yang harus dibayar jika karyawan meninggalkan pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka membutuhkannya.
3. Komitmen kerja normatif (normative occupational commitment) Komitmen sebagai kewajiban untuk bertahan dalam pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka merasa wajib untuk melakukannya serta didasari pada adanya keyakinan tentang apa yang benar dan berkaitan dengan moral.
Tidak semua komponen di atas dimiliki oleh karyawan, tetapi lebih baik lagi jika ketiga komponen tersebut dimiliki oleh karyawan. Sebagai contoh, ketika komponen affective occupational commitment lebih dominan maka karyawan tersebut merasa lebih cocok dengan bidang pekerjaannya, baik itu secara emosional maupun kesesuaian antara karakteristik pekerjaan dengan dirinya.
Ia merasa bahwa pekerjaannya sesuai dengan bidang pendidikannya, hobinya, tujuannya, kebersamaan, kenyamanan dan lain-lain. Tetapi jika karyawan tidak pernah diberikan pengembangan pengetahuan dan skill melalui seminar, training dll. Maka dapat menimbulkan kurangnya komponen normative occupational commitment dan dapat juga mempengaruhi kinerja dibandingkan dengan karyawan yang memiliki tingkat komitmen yang setara.
Tuesday, June 25, 2013
Informasi untuk semua rekan2 yang saat ini sedang membutuhkan pekerjaan (Fresh Graduated atau pengalaman) silahkan di cek dan jika ada yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan silahkan dikirimkan cv dan surat lamarannya ke freya.productions@yahoo.com yah....
List Vacant Position untuk pendidikan minimal Sarjana :
- Accounting Staff
- Legal Staff
- Purchasing Staff
- R & D Staff
- HRD Staff
- Administrasi Staff
- Account Executive
- Drafter / Engineering
- IT Staff
- Export Import Staff
Bagi yang berminat silahkan mengirimkan berkas lamarannya ke freya.productions@yahoo.com
https://www.facebook.com/pages/FREYA-Aurelia-Consulting-Talent-Agency/598241486874004?fref=ts
Company Informations
Jakarta Plant : Jl. Sandang No 71 Duren Sawit Jakarta Timur 13470
Telepon : 08557550707 / 087775550707
Email : recruitment.freya@freyaconsulting.org
Facebook : http://www.facebook.com/aurelia.aurelia.528
Prakata
Persaingan dalam dunia usaha yang semakin tajam dari waktu ke waktu menjadi fokus perhatian para pengusaha untuk dapat tetap exist dan mampu bersaing baik di pasar domestik maupun global. Untuk memenangkan persaingan, para pengusaha dituntut untuk meningkatkan daya saing dengan mempertinggi effisiensi, menekan biaya produksi dan meningkatkan kwalitas produk. Selain persaingan harga produk, persaingan masih dilanjutkan pada peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan, agar pelanggan tidak ingin mencari produk lain dari para kompetitor.
Meskipun para pengusaha telah menerapkan pola yang sama dalam meningkatkan daya saing, namun hasilnya belum tentu sama. Perbedaannya terletak pada kemampuan dan keandalan dari segenap karyawan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan motor penggerak untuk menggerakkan semua upaya dalam meningkatkan daya saing di masing-masing perusahaan.
Oleh karena itu diperlukan penanganan khusus untuk rekrutmen karyawan, untuk menangani karyawan di luar core business perusahaan serta untuk penanganan karyawan sementara (temporary workers). FREYA CONSULTING & TALENT AGENCY didirikan untuk menjawab permasalahan diatas dengan mengambil alih sebagian tanggung jawab perusahaan dan resiko yang begitu besar dibidang ketenagakerjaan serta menjadi solusi bagi para pencari kerja untuk mendapatkan kesempatan kerja, sehingga FREYA CONSULTING & TALENT AGENCY sebagai mitra dapat menjembatani kepentingan perusahaan dan para pencari kerja untuk menempatkan tenaga kerja handal dan berkwalitas yang akan meningkatkan daya saing perusahaan.
“Bersama FREYA CONSULTING & TALENT AGENCY kita berkarya dan bersinergi untuk maju bersama dan ikut membantu Pemerintah dalam mengurangi angka pencari kerja yang ada di Indonesia”.
Freya Consulting & Talent Agency.
Owner
Popular Posts
-
Kini tampaknya makin banyak perusahaan yang berbondong-bondong menggunakan pegawai dengan status oursourcing (alih daya). Dan jenis pek...
-
Hadirilah ONE DAY RECRUITMENT (Walk In Interview dan Seminar) dengan tema “ Memahami Isi Dunia Multifinance “ Dala...
-
Jika Anda baru lulus –atau masih calon– dari pendidikan tinggi, maka Anda sebenarnya tidak tahu banyak, seperti apa hari-hari yang akan And...
-
BaƱgunaƱ megah itu sangat membuat orang yang lewat ingin melihatnya dan mengusik rasa keingin tahuannya. Pagi itu saya coba menyinggahinya s...